Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati

Serang, (Banten Kita) – ┬áDinas Pariwisata Provinsi Banten menggandeng Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) setempat untuk menjaga keselamatan dan keamanan wisatawan saat berkunjung ke pantai di daerah itu, terutama selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2020.

“Memang namanya kecelakaan di laut tidak bisa dihindari jika kita tidak berhati-hati. Namun, dengan kesiapsiagaan petugas Balawista yang memang terintegrasi dengan lembaga lainnya, Basarnas, BPBD, PMI, dan juga pokdarwis, ini bisa diatasi dengan cepat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati di Serang, Senin.

Selama ini, pihaknya sudah banyak mendapatkan laporan dari petugas Balawista seperti puluhan kejadian laka laut di Kabupaten Lebak, namun dengan kesiapsiagaan petugas bisa secepatnya diatasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Memang biasanya ada yang berbenturan ada juga yang terkena sengatan ubur-ubur dan kecelakaan laut lainnya. Selama ini bisa secepatnya diatasi, jika itu berada di wilayah pantai yang ada pengawasannya,” kata dia.

Namun demikian, kata Eneng, memang ada beberapa kecelakaan laut yang memakan korban jiwa.

Akan tetapi itu, katanya, hal tersebut berada di wilayah pantai terbuka yang tentunya tidak ada pengawasan petugas Balawista maupun lembaga lainnya.

“Panjang pantai di Banten ini kan sangat luas. Jadi memang tidak semua bisa diawasi oleh petugas karena ada pantai-pantai atau spot-spot terbuka yang luput dari pengawasan, juga belum ada pokdarwisanya. Nah di situ biasanya yang ada kejadian korban jiwa,” kata dia.

Oleh karena itu, ia berharap kepada masyarakat dan wisatawan yang akan berkunjung dan melakukan aktivitas di pantai yang belum ada pengawasannya, hendaknya melaporkan terlebih dahulu ke petugas pengawas, seperti di Pulau Sanghyang.

“Biasanya kan namanya petualangan wisatawan itu mencari spot-spot yang masih ‘virgin’. Nah, kalau seperti itu wajib lapor, juga menggunakan ‘guide’ lokal, sehingga tidak terulang kejadian yang sudah-sudah,” kata Eneng Nurcahyati. (Mul/Ant)