
Pandeglang, (Banten Kita) – Camat Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Subro Mulisi antusias mengajak warganya untuk mengikuti program Jamsostek, karena banyak manfaatnya bagi pekerja.
“Saya mengapresiasi program Jamsostek ini ternyata sangat membantu keluarga jika si pekerja mengalami kecelakaan kerja, atau sampai meninggal dunia, dan ini perlu dilanjutkan oleh kepala desa untuk disampaikan ke warganya masing-masing,” kata Camat Cigeulis usai kegiatan penyerahan santunan dan sosialisasi BPJAMSOSTEK di Kantor Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten, Jumat (31/1).
Subro Mulisi berharap seluruh pekerja di Kecamatan Cigeulis mau menjadi peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang dinilai bermanfaat positif bagi keluarga pekerja, apalagi iuran per bulannya relatif kecil, yaitu hanya Rp16.800 per bulan.
Subro melihat santunan yang diterima Sanati, istri ahli waris dari perangkat Desa Karya Buana sebesar Rp42 juta, membuktikan bahwa meskipun bapaknya telah meninggal dunia, namun anak-anak yang ditinggalkan masih bisa melanjutkan sekolah dengan biaya sebesar itu.
Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Utama Serang Didin Haryono mengatakan bahwa program pemerintah itu akan dilaksanakannya dengan melakukan pelayanan yang terbaik buat pekerja baik formal maupun informal, dan memberikan perhatian khusus di wilayahnya saat mendaftar.
“Program Jamsostek yang menyediakan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kecelakaan (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP), sudah banyak manfaatnya dirasakan oleh pekerja, termasuk Perangkat Desa Karya Buana yang meninggal dunia saat bekerja, mendapatkan santunan sebesar Rp42 juta,” kata Didin.
Pada kegiatan sosialisasi tersebut, hampir seluruh peserta antusias mengikuti dan mendengarkan presentasi yang disampaikan Kacab BPJAMSOSTEK Cabang Utama Serang tentang manfaat Jamsostek, dan mereka menyatakan akan segera ikut mendaftar program tersebut.
Kecamatan Cigeulis yang memiliki sembilan desa itu, mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian, buruh, pedagang dan sebagian kecil pegawai honorer, saat ini yang sudah mendaftar ke BPJAMSOSTEK masih sedikit, hanya beberapa honorer dan perangkat desa yang sudah mendaftar.
Didin mengatakan camat dan perangkat desa setempat berjanji akan terus menindaklanjuti kegiatan semacam ini di desanya masing-masing, untuk menyadarkan pekerja bahwa pentingnya jaminan kecelakaan kerja. (Rid/Ril)