Tangerang(Bantenkita) – Memasuki musim penghujan di awal tahun 2024 saat ini, Dinas Budaya Pariwisata dan Pertamanan (Disbudparman) kota Tangerang terus gencar melakukan perawatan rutin di 32 taman Tematik dan Objek Wisata yang ada di Kota Tangerang.

Guna mengakomodir itu semua, ratusan satgas pun dikerahkan dan disebar di seluruh titik dan sesuai bidangnya masing masing.

“Jadi setelah kita lakukan pemangkasan dan penangan pohon tumbang sering terjadi di musim penghujan saat ini. Kita pun tetap menjaga dan menata taman taman dan objek wisata dengan menerjunkan langsung petugas di tiap tiap lokasi setiap harinya di bidang pertamanan. Judul program kerja kita adalah pengelolaan destinasi wisata dan taman Tematik yang dikelola oleh Pemda Kota Tangerang yang notabenenya tamannya itu gratis. Dan karena kita sumber daya alam, itu kita kemas dalam bentuk taman taman Tematik, Gapura, Tugu Bakti Karya dan sebaginya,” ungkap Rizal Ridolloh, Kepala Disbudpar Kota Tangerang saat dikonfirmasi pada Selasa (09/1/2024) di ruang kerjanya.

” Kita punya tim pemeliharaan tersendiri yang dibagi beberapa tim dengan tupoksi yang berbeda beda seperti tim peremajaan, tim penyapu yang kerjanya dari pagi sampai sore dan tersebar di 32 titik itu. Kemudian kita punya Tim Dump Truk pengangkut sampah sejumlah 5 unit untuk menghandle di 13 Kecamatan secara mobile. Lalu kita punya 4 tim pemangkasan dan penebangan pohon dengan jumlah pemohon yang begitu banyak setiap harinya. Lalu kita punya Tim tangki air dengan jumlah 22 truk tangki air. Jadi jumlah anggota seluruh tim tersebut berjumlah 230 orang yang bertugas di bidangnya masing masing,” paparnya.

Selain itu, lanjut Rizal, kita pun mempunyai petugas khusus yang mengawasi Tugu, Taman-taman itu adalah tim dekorasi kota dengan jumlah 30 orang. ” Kita juga ada tim Brigade yang tugasnya mengawasi taman yang bekerja tugas shift. Karena, pengawasannya itu selama 24 jam nonstop. Supaya, taman taman yang ada tidak disalahgunakan oleh oknum oknum. Jadi, tim pengawas ini pun bertugas mobile sebanyak 60 orang,” tambahnya.

” Jadi ada tujuh tupoksi yang melakukan pemeliharaan di didang pertamanan. Kalau konsep kerja kita itu sehari harinya menyusun tugas tugas yang sudah dikerjakan atau pun belum dikerjakan. Jadi apa yang menjadi PR kita, ya kita lakukan kembali sampai selesai. Misalkan pohon tumbang, jika belum selesai kita kerjakan kembali sampai tuntas. Intinya aktifitas yang sifatnya urgensi, kita utamakan sesegera mungkin terlebih dahulu dengan mengerahkan petugas langsung ke lokasi kejadian,” kata Rizal.

Rizal menyebut pihaknya pun terus memberikan edukasi kepada para pedagang yang ada di seluruh taman dan objek wisata untuk menjaga dan mengedukasi para pembeli agar bisa membuang sampah pada tempatnya.

” Kita lengkapi seluruh sarana dan prasarana di setiap taman. Mulai dari tempat sampah, petugasnya, penerangan dan sebagainya. Jadi, yang kita butuhkan adalah kesadaran masyarakatnya untuk membuang sampah pada tempatnya. Dan kami pun terus mengedukasi warga untuk mempunyai rasa mencintai dan memilki taman taman yang ada. Supaya, taman taman tersebut bisa terjaga dan tetap terawat bersama sama,” paparnya.

” Sejauh ini taman Gajah dan Taman Elektrik yang paling banyak di kunjungi masyarakat untuk bersantai dengan gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun,”

Pemerintah kota Tangerang terus berupaya untuk menyediakan dan memfasilitasi tempat refreshing gratis, mudah diakses dan terjangkau untuk seluruh warganya dengan menghadirkan objek wisata yang sudah ada di kepemimpinan walikota Tangerang Arief R Wismansyah dan Wakilnya H.Sachrudin.

” Objeknya berada di tengah kota, dan itu mudah terjangkau oleh segala macam moda transportasi yang ada. Jadi, bagi warga yang masih ingin berkunjung dengan nyaman. Warga harus memiliki dan menjaga keberadaan taman taman kita ini secara bersama dengan menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya,” imbau Rizal.(sam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *