
Serang, (BantenKita) – Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Banten telah berhasil menangkap 14 pelaku Sindikat Tindak Pidana Peredaran Uang Palsu Di Wilayah Hukum Polda Banten.
Para Pelaku yang berhasil ditangkap, yaitu AM (45), ZL (48), DS (51), TS (63), IS (51), WR (51), EN (56), WS (48), EK (53), ES (60), HM (53), DR (66), ED (58) dan AS (59).
Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan pengungkapan kasus ini bermula saat anggota Resmob Ditreskrimum Polda Banten menerima informasi mengenai adanya penjualan dan peredaran uang palsu di wilayah hukum Polda Banten. Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik Ditreskrimum segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian yang terletak di KFC Citra Raya Cikupa, tepatnya di Citra Raya Boulevard, Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
“Dalam proses penyelidikan, petugas kemudian menginterogasi seorang pria yang mencurigakan bernama Zamaludin (ZL). Hasil dari interogasi tersebut mengungkapkan adanya barang bukti berupa uang palsu senilai Rp 15.000.000, yang disimpan di saku jaketnya, dengan pecahan Rp 100.000. Uang tersebut didapatkan dari saudara Deni Setiawan (DS) dan saudara Asep Suhebat (AS) yang berada di wilayah Bandung. Pelaku bersama barang bukti selanjutnya dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut dan diamankan guna proses hukum yang sesuai,” kata Dian, Kamis.
Adapun motif pelaku dalam mengedarkan uang palsu untuk mendapatkan keuntungan berupa uang tunai yang diberikan oleh para korban.
“Motif para pelau yakni mendapatkan keuntungan berupa uang tunai yang diberikan oleh para korban. Modus Operandi yakni menawarkan kepada korban untuk membeli uang rupiah palsu dengan uang rupiah asli, di mana mereka akan mendapatkan uang palsu sebanyak 4 kali lipat dari nilai uang rupiah asli yang diserahkan,” terang Dian.
Adapun total barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya uang palsu pecahan @100.000 senilai Rp176.400.000, uang palsu pecahan @50.000 senilai Rp10.150.000, Dengan total senilai Rp186.550.000, uang jenis Dolar Amerika pecahan US$ 100 sebanyak 1.034 lembar dan
uang Real Brazil pecahan 5.000 sebanyak 200 lembar.
“Pasal 244 KUHPidana dan atau Pasal 245 KUHPidana dan atau pasal 26 Jo pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan Ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak senilai Rp50 miliar,” terang Dian. (Weli)