Bupati Ratu Zakiyah Ajak Jaga Akhlakul Karimah Anak Didik di HAB Kemenag ke-80

Serang, (BantenKita) – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-80 tingkat Kabupaten Serang di Lapangan Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah 14 Kecamatan Pabuaran pada Sabtu, 3 Januari 2026. Meski diguyur hujan deras, namun tak menghentikan momen sakral yang di gelar setiap tahunnya pada setiap tanggal 3 Januari.

Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan bahwa peringati Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan. 

“Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,”ucap Ratu Zakiyah.

Ratu Zakiyah mengajak Kementerian Agama Kabupaten Serang untuk terus menjaga moral anak-anak didik di Kabupaten Serang. Sehingga jika moral anak-anak sudah terjaga maka akhlaqul karimahnya baik juga. 

“Maka kedepan Insya Allah kita bisa mewujudkan Indonesia yang kita inginkan, generasi emas, punya generasi Akhlaqul Karimah dan itu yang harus kita dapatkan oleh para generasi muda,”katanya.

Oleh karenanya, Ratu Zakiyah juga mengajak Kemenag Kabupaten Serang bersama-sama terus meningkatkan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk mewujudkan apa yang inginkan atau diharapkan. “Semangat terus untuk kementerian agama dalam rangka menyusun pondasi nilai-nilao keagamaan di masyarakat kita khususnya Kabupaten Serang”tandasnya.

Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Serang, Uesul Qurni, Tokoh Masyarakat Embay Mulya Syarif, dan ratusan pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Serang.

Sementara sambutan Menag Nasaruddin Umar yang dibacakan Ratu Zakiyah, bahwa kini umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Yang mana saat ini era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity di mana perubahan berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian. 

“Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan AI. Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kemenag harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan,”ucap baca. 

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang “agile”, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. 

”Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,”tuturnya. (Rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *