Terjang Banjir Sepaha Orang Dewasa di BCP 2, Ratu Zakiyah Ungkap Solusi Jangka Panjang 

Serang, (BantenKita) – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meninjau lokasi banjir di Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas pada Selasa, 13 Januari 2026 sore. Tanpa risih, Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah menerjang banjir dengan ketinggian air mencapai sepaha orang dewasa.

Mengenakan baju switer berwarna abu-abu di padu celana lapangan kargo hitam, Ratu Zakiyah tiba sekitar pukul 17.00 WIB langsung menerjang baniir sepaha orang dewasa tanpa menaiki perahu menyapa warga satu persatu dengan memberikan bantuan makan siap saji.

Didampingi Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD), Ajat Sudrajat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Muhammad Roni Natadipraja, Kepala Dinsos Yadi Priyadi Rochdian, dan Camat Ciruas Yuli Saputra Bupati Ratu Zakiyah pun meninjau tempat pengungsian di Masjid Jami Nuroh.

Orang nomor satu di Kabupaten Serang pun berdialog bersama warga menanyakan kondisi kesehatan, dan mengimbau agar memeriksakan kepada tim kesehatan yang sudah standby dilokasi banjir.

Tak sampai disitu, Ratu Zakiyah pun melanjutkan menyusuri banjir untuk menyapa dan memberikam bantuan makanan siapa saji dengan menggunakan perahu karet karena jarak dan ketinggian air ada yang mencapai sepinggang orang dewasa.

Usai meninjau Ratu Zakiyah mengaku prihatin atas bencana banjir, longsor daa lainnya yang melanda Kabupaten Serang. Ia mengatakan, untuk banjir yang terjadi BCP 2 sejak 3 hari terakhir akibat intensitas hujan tinggi dan meluapnya Sungai Ciranjeng. 

”Hari ini saya meninjau banjir di BCP 2 Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas. Ini memang menurut informasi setiap tahun banjir ada di wilayah ini, namun hari ini atau bulan ini adalah banjir yang tertinggi. Bahkan sampai ada yang 1,5 meter atau sepinggang orang dewasa,”ujarnya kepada wartawan.

Ratu Zakiyah menyebutkan, akibat banjir tersebut sebanyak 900 kepala keluarga atau KK. ”Tentu saya prihatin atas kejadian banjir ini yang ada di wilayah kami. Kami tentu sudah dari kemarin menurunkan personil baik BPBD, Dinsos serta BPBD Provinsi Banten,”katanya.

Sebelumnya juga, lebih lanjut Ratu Zakiyah menyebutkan, pihaknya juga sudah menurunkan 3 pompa air untuk menyedot air yang ada di wilayah di BCP 2. Namun, lantaran itensitas hujan sangat tinggi yang kemudian semakin tinggi lagi banjir yang ada di wilayah BCP 2. 

”Oleh karena itu tadi saya sampaikan tentu yang warga yang sakit harus segera di evakuasi mulai dari lansia, bayi, dan anak-anak di tempat evakuasi Masjid Jami Nuroh. Alhamdulillah dan kami juga sudah menurunkan logistik untuk makan warga, serta tim medis,”terangnya.

Ratu Zakiyah mengungkap solusi untuk penanganan banjir di BCP 2, maupun di wilayah Banten lainnya yakni untuk bersama dengan kepala daerah yang lain meliputi Wali Kota Serang, Wali Kota Cilegon bersama Gubernur Banten. Sebab, untuk mengatasi banjir solusinya tidak hanya parsial.

”Tidak bisa parsial, misalnya kemarin kita sudah normalisasi sungai disini, ternyata wilayah yang lain banjir. Kemudian di Padarincang kita normalisasi Sungai Rancasanggal, ternyata di wilayah lain atau desa sebelahnya banjir, jadi tidak bisa parsial. Kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,”jelasnya.

”Tadi juga ada Anggota DPR RI Jajuli menyampaikan untuk duduk bersama juga, atau mungkin kita nanti ke Kementerian PU kembali, mohon dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat supaya banjir tidak terjadi lagi di wilayah kami,”sambung Ratu Zakiyah. 

Dengan demikian, Ratu Zakiyah memohon doa agar bencana banjir cepat surut dan warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Diharapkan juga intensitas hujan tidak kembali tinggi, sehingga dampak banjir tidak meluas. ”Jadi mohon doanya semuanya yang ada di wilayah kami diberikan kekuatan, kesabaran, kita semua sedang di uji. Jadi semoga kita bisa kuat semuanya,”tuturnya. (Rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *