
Tangerang, (BantenKita) – Upaya mendorong UMKM agar tumbuh dan berdaya saing terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten. Sepanjang tahun 2025, PLN UID Banten secara konsisten mengelola dan membina pelaku UMKM melalui pendekatan yang terstruktur, berkelanjutan, dan berangkat dari kebutuhan riil usaha di lapangan. Hasilnya, ratusan UMKM di Provinsi Banten mengalami peningkatan kapasitas usaha, daya saing, hingga taraf hidup.
Pembinaan tersebut tidak dilakukan secara parsial. PLN UID Banten mengelola proses pendampingan UMKM secara menyeluruh, mulai dari penguatan kualitas produk, pembenahan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pasar. Seluruh proses ini dijalankan melalui HUB UMKM, yang berfungsi sebagai ekosistem pembinaan dan ruang tumbuh bagi pelaku usaha.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Sepanjang 2025, melalui pengelolaan HUB UMKM, PLN UID Banten membina 398 UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Banten. Pembinaan ini tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi diarahkan agar UMKM benar-benar bertransformasi dan siap bersaing, baik di tingkat lokal hingga global,” ujar Muhammad Joharifin.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan HUB UMKM menjadi instrumen strategis agar pembinaan UMKM berjalan lebih terarah, tepat sasaran, dan sesuai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
“Kami mendorong UMKM untuk naik kelas melalui program _Go Modern, Go Digital_, hingga _Go Online_. Bahkan, delapan UMKM binaan telah berhasil menembus pasar internasional. Ini menunjukkan potensi besar UMKM lokal jika dibina secara konsisten dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Hingga akhir 2025, PLN UID Banten tercatat membina 398 UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Banten. Pembinaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing usaha, mulai dari penguatan dasar hingga akselerasi menuju pasar yang lebih luas.
Dari proses tersebut, PLN UID Banten berhasil mendorong transformasi UMKM melalui berbagai program pengembangan. Pada program _Go Modern_, sebanyak 128 UMKM berhasil dimodernisasi dari target 36 UMKM. Sementara itu, program _Go Digital_ dan _Go Online_ masing-masing menjangkau 101 UMKM dan 51 UMKM, melampaui target yang ditetapkan. Pada program _Go Global_, dari target tiga UMKM, delapan UMKM binaan berhasil menembus pasar internasional.
Capaian signifikan juga terlihat pada indikator UMKM Naik Kelas. Dari target lima UMKM, sebanyak 40 UMKM berhasil naik kelas atau setara dengan 780 persen dari target. Naik kelas ini tercermin dari peningkatan omzet, perluasan akses pemasaran, hingga kepemilikan legalitas usaha sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis.
Muhammad Joharifin menambahkan bahwa capaian UMKM naik kelas menjadi indikator penting keberhasilan pembinaan yang dilakukan PLN UID Banten.
“Bagi kami, naik kelas bukan sekadar angka. Yang terpenting adalah UMKM semakin mandiri, omzet bertumbuh, legalitas usaha terpenuhi, dan pelaku usaha memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan,” tegasnya.
Pengelola HUB UMKM PLN UID Banten, Edhy Surbakty, menjelaskan bahwa pembinaan dirancang agar UMKM tidak berhenti pada tahap belajar, tetapi benar-benar mengalami pertumbuhan usaha.
“HUB UMKM kami kelola sebagai ruang tumbuh. Pelaku usaha tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga didampingi melalui _mentoring_, konsultasi bisnis, hingga intervensi langsung sesuai kebutuhan usaha, sehingga mereka siap berkembang dan naik kelas secara berkelanjutan,” jelas Edhy.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, PLN UID Banten mengelola 31 kegiatan pelatihan dan inkubasi UMKM, mulai dari pelatihan reguler, bersinar, sonic, hub series, hingga program _Go Global_. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan pendampingan praktis seperti pembuatan legalitas usaha, foto produk, desain kemasan, katalog produk, hingga _company profile_, yang langsung dapat dimanfaatkan UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Manfaat pembinaan tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM binaan. Asyirah Hayu, pelaku UMKM asal Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, mengungkapkan bahwa pendampingan yang diterimanya membuka wawasan baru, khususnya dalam pemanfaatan digitalisasi.
“Melalui _Workshop_ Milenial dari HUB UMKM PLN Banten, saya mendapatkan banyak materi yang menginspirasi, terutama di bidang digitalisasi. Program ini membantu kami bertransformasi, dari sebelumnya hanya sebagai penonton menjadi kreator konten, sehingga usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujar Asyirah.
Hal senada disampaikan Yola, pelaku UMKM Rendang Yonaniko, yang mengikuti pelatihan penguatan visual produk.
“Pelatihan foto produk sangat bermanfaat bagi kami. Kami belajar bagaimana menampilkan visual produk yang menarik agar mampu menarik minat pelanggan. Materinya aplikatif dan bisa langsung diterapkan untuk pengembangan usaha,” ungkap Yola.
Melalui pengelolaan dan pembinaan UMKM yang konsisten sepanjang 2025, PLN UID Banten menegaskan perannya sebagai penggerak ekosistem UMKM di Banten, dimana membuka peluang, memperkuat usaha lokal, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Rid)