Pengurus HPTKes Indonesia Wilayah Banten Periode 2025–2029 Resmi Dilantik

Kota Tangerang, (BantenKita) – Pengurus Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan (HPTKes) Indonesia Wilayah Banten periode 2025–2029 resmi dilantik pada Rabu (13/1/2026).

Pelantikan berlangsung di Resto Istana Nelayan, Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi, di antaranya Ketua Umum APTISI Prof. Dr. Ir. H. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., Sekretaris Jenderal Majelis Pusat APTISI Dr. Fatimah, serta perwakilan berbagai asosiasi perguruan tinggi seperti ABPPTSI, APPERTI, ADI, dan APTIKOM, serta dewan pakar pendidikan tinggi.

Ketua HPTKes Indonesia Wilayah Banten, Ida, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia menilai soliditas dan kekompakan pengurus terlihat jelas sejak awal kepengurusan.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah melaksanakan pelantikan pengurus HPTKes Indonesia Wilayah Banten. Terlihat sekali bahwa kita guyub dan kompak,” ujar Ida usai pelantikan.

Ia menjelaskan, program awal kepengurusan akan difokuskan pada pembinaan dan konsolidasi dengan berbagai asosiasi serta perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, khususnya yang bergerak di bidang ilmu kesehatan.

“Program pertama kami adalah pembinaan dan konsolidasi dengan asosiasi pengurus HPTKes maupun perguruan tinggi negeri dan swasta. Selain pelantikan, setiap komisi juga langsung menyusun program kerja,” jelasnya.

Menurut Ida, program kerja yang dirumuskan akan diselaraskan dengan program HPTKes Indonesia secara nasional serta mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, termasuk koordinasi dengan pengurus wilayah HPTKes Jawa Barat.

Saat ditanya mengenai jumlah perguruan tinggi yang terlibat, Ida menyebutkan terdapat 22 perguruan tinggi negeri dan swasta yang tergabung dalam kepengurusan HPTKes wilayah yang dilantik.

“Kita ada 22 PTN dan PTS yang tergabung dalam kepengurusan HPTKes yang dilantik hari ini,” pungkasnya.Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antarperguruan tinggi kesehatan di Banten dalam meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing sumber daya manusia kesehatan. (Sam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *