
Kota Tangerang – Sebanyak 78 kepala sekolah di Kota Tangerang mengikuti kegiatan serah terima jabatan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Tangerang. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMP Negeri 6 Kota Tangerang, Rabu (7/1).
Puluhan kepala sekolah yang mengikuti serah terima jabatan tersebut berasal dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Selain serah terima tugas, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para kepala sekolah yang baru dilantik maupun yang mengalami rotasi dan promosi jabatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan serah terima jabatan ini merupakan bagian dari penugasan dan penyegaran organisasi di lingkungan satuan pendidikan. Ia menekankan pentingnya memulai kepemimpinan dari hal-hal sederhana namun mendasar.
“Hari ini kita melaksanakan silaturahmi dalam rangka serah terima tugas, baik penugasan di tempat lama, promosi, maupun rotasi. Saya mengajak semua kepala sekolah yang baru dilantik dan yang rotasi untuk berangkat dari hal-hal yang sederhana,” kata Wahyudi.
Menurutnya, kepala sekolah harus memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekolah, mulai dari fasilitas, kebersihan, hingga fungsi ruang-ruang yang ada. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan sekolah dalam kondisi yang layak dan mendukung proses belajar mengajar.
“Mulai dari masuk pintu pagar, melihat lingkungan sekolah, fasilitas yang ada, sampai kondisi ruang-ruang fungsional. Dari situ kita bisa menilai kondisinya baik atau tidak, bersih atau tidak, termasuk fasilitas pendukungnya masih mumpuni atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, Wahyudi juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi guru serta aspek sosial di lingkungan sekolah. Ia menegaskan adanya pekerjaan rumah bersama terkait persoalan sosial yang sempat muncul di sekolah, seperti perundungan dan penyimpangan perilaku.
“Saya menekankan pentingnya komunikasi antara sekolah dan orang tua. Kata kuncinya adalah kerja sama. Wali kelas harus berkomunikasi dengan orang tua, membiasakan deep talk dengan anak-anak agar kita tahu perkembangan mereka,” jelasnya.
Wahyudi menilai pengisian aspek akademik memang berjalan setiap hari, namun pengisian ruang hati dan karakter siswa juga tidak kalah penting. Dengan adanya kesepakatan antara sekolah dan orang tua, diharapkan siswa merasa nyaman baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Kalau sekolah dan orang tua punya kesepakatan yang sama, aturan mainnya sejalan, anak-anak tidak hanya nyaman di sekolah, tapi juga secara emosional. Dari situ masalah sosial bisa kita mitigasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, selain aspek sosial dan karakter, kepala sekolah juga tetap dituntut untuk menjalankan tugas administrasi secara tertib dan profesional sesuai dengan tanggung jawab di tempat tugas masing-masing. (Sam)