
Tangerang(Bantenkita)- Berawal dari kepedulian terhadap masa depan anak-anak putus sekolah, PKBM Prestasi Gemilang Tangerang menghadirkan inovasi melalui lini usaha “Kopi Tangerang Cap Jembatan Berendeng”. Unit usaha ini tidak hanya menjadi produk ekonomi kreatif, tetapi juga laboratorium praktik bagi generasi muda produktif di Kota Tangerang.
Pemilik usaha Kopi Tangerang Cap Jembatan Berendeng, Jamaludin Mufid menjelaskan, bahwa ide awal bisnis ini muncul dari amanah Permendikbud untuk membekali warga belajar di sekolah non-formal dengan keahlian praktis. Sebagian besar anak didik di lembaga tersebut merupakan anak-anak usia produktif yang terpaksa berhenti sekolah karena kendala ekonomi.
“Kami ingin mereka tidak hanya mendapatkan ijazah, tapi juga keahlian untuk berwirausaha atau bekerja di industri,” ujar Mufid saat ditemui di Tangerang.
Ia mengatakan, industri kopi dipilih karena trennya yang terus meningkat dan sudah menjadi kebutuhan masyarakat luas.
“Melalui unit usaha ini, para siswa dilatih menguasai rantai produksi kopi secara menyeluruh, mulai dari pengenalan biji kopi (pertanian), proses sangrai (roasting), pengemasan, hingga teknik penyeduhan,” ujarnya
Ia melanjutkan, Nama “Jembatan Berendeng” dipilih sebagai identitas produk agar lebih ikonik dan mampu merepresentasikan Kota Tangerang. Mufid mendatangkan biji kopi pilihan (Nusantara) seperti Robusta dari Lampung dan Temanggung, serta Arabika dari Gayo, Kintamani, hingga Toraja.
Baru berjalan sekitar satu bulan untuk tes pasar, Kopi Jembatan Berendeng telah mencatatkan produksi rata-rata 25 hingga 30 kilogram per bulan. Pemasaran dilakukan secara daring melalui media sosial serta luring dengan menitipkan produk di berbagai gerai oleh-oleh ternama di Tangerang seperti Toko Nyonya Lauw dan Bintang Sawi.
“Responnya luar biasa. Pembeli sudah datang dari berbagai daerah seperti Kalimantan hingga wilayah Jabodetabek,” tambahnya.
Dari sisi legalitas, produk ini telah mengantongi izin PIRT dari Dinas Kesehatan, izin edar BPOM, serta sertifikasi halal. Ia mengapresiasi kemudahan proses administrasi yang didukung penuh oleh Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang.
Kopi Jembatan Berendeng kini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp25.000 untuk kemasan pouch 100 gram hingga Rp400.000 untuk satu kilogram kopi jenis Arabika. Kedepannya, usaha ini diharapkan dapat terus berekspansi dan menjadi wadah kemandirian ekonomi bagi anak-anak putus sekolah di wilayah Banten.(dtya)