Reformasi di Persimpangan: Antara Cita dan Realita Oleh Nia Adelia *)

Dua puluh tujuh tahun pasca-Reformasi 1998, Indonesia justru menghadapi paradoks demokrasi yang kian mengkhawatirkan. Indeks demokrasi versi The Economist Intelligence Unit (EIU) terus merosot: dari 6,53 (2023) menjadi 6,44 (2024), menempatkan Indonesia di peringkat ke-59 dunia sebagai “demokrasi cacat”. Kemunduran ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan erosi kebebasan sipil dan politik. Freedom House mencatat penurunan tajam kebebasan sipil dari…