Jakarta, (BantenKita) – Pada musim kemarau dengan cuaca panas yang melanda sebagian wilayah Indonesia ternyata ahli gizi menganjurkan untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan, khususnya yang mengandung karbohidrat.

Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menganjurkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan selama cuaca panas akibat El Nino guna menjaga asupan cairan tubuh tetap terjaga selama beraktivitas di luar rumah.

“Terutama saat menghadapi cuaca panas saat ini, konsumsi makanan yang dianjurkan adalah buah sebagai sumber cairan,” kata Ahli Gizi RSCM Fitri Hudayani di Jakarta, Senin.

Fitri menuturkan kandungan dalam buah bisa melengkapi kebutuhan cairan tubuh, selain mengandalkan vitamin maupun mineral agar tetap seimbang dan sehat.

Hal itu disebabkan karena buah-buahan menjadi bahan makanan yang mengandung sumber karbohidrat, yang menghasilkan energi. Di mana setiap satu gram karbohidrat sama dengan empat Kkal.

“Buah-buahan juga tidak mengandung lemak dan protein (jadi dapat membuat cairan tubuh terjaga),” katanya.

Selain itu, diharapkan masyarakat dapat menghindari minuman yang meningkatkan energi berlebih, misalnya minuman yang tinggi gula, susu ataupun krim.

Meski airnya tidak menimbulkan dampak negatif apapun pada tubuh manusia ketika cuaca panas, kandungan di dalam cairan itulah yang akan meningkatkan risiko kelebihan asupan gula dan lemak.

Dikhawatirkan bila masyarakat mengonsumsi secara berlebihan, asupan kalori akan bertambah dan berpotensi terkena obesitas atau kondisi di mana berat badan seseorang melebihi standar normalnya.

“Airnya tidak ada dampak negatif ya, justru itu akan membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh khususnya pada cuaca yang panas. Tapi isi di dalamnya itu, yang akan meningkatkan risiko kelebihan asupan gula dan lemak,” ujar Fitri.

Menurutnya, jika ingin menambah cairan tubuh, masyarakat cukup meminum air putih dengan takaran kurang lebih sebanyak dua liter per hari.

“Sebaiknya air putih, bukan minuman yang mengandung energi untuk menghindari kelebihan asupan energi,” ucapnya.

Fitri turut mengimbau agar setiap pihak menjaga asupan gizi selama beraktivitas, sehingga dapat menjalankan berbagai kegiatan dengan optimal dan bugar.

Dengan cara menghindari makan makanan yang mengandung minyak dan lemak atau membawa bekal dari rumah yang isinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

“Mohon diperhatikan, untuk mengetahui apakah makanan yang kita konsumsi sudah sesuai dengan kebutuhan, salah satu penandanya adalah berat badan kita apakah normal atau kelebihan,” katanya. (HD/Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *