Lebak, (BantenKita) – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten melakukan Monitoring Pendampingan Keluarga Stunting di Kantor Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Selasa (4/6/2024). Para kader PKK dan orang tua dengan anak usia dini mendapatkan penguatan dan edukasi tentang asupan nutrisi dan stimulasi anak serta pelaporan melalui aplikasi e-dasawisma.

“Stunting masalah bersama, sehingga kita semua terus bergerak untuk mengatasinya,” ucapnya.

“Semoga anak-anak Ini bisa menjadi generasi penerus bangsa. Mohon ibu-ibu dijaga anaknya,” tambah Tine.

Tine berharap, dengan sinergi semua pihak, anak-anak stunting bisa dimonitoring dan ditangani. Monitoring terhadap asupan nutrisi dan stimulasi melalui pola asuh yang tepat untuk tumbuh kembang anak.

Para kader lanjut Tine, agar memastikan anak-anak usia dini ke fasilitas kesehatan.  Di fasilitas ini anak-anak usia dini diperiksa sehingga anak-anak untuk yang stunting, gizi buruk, dan gizi kurang terdata untuk mendapatkan pendampingan. 

“Pendampingan berupa bantuan pemberian makanan tambahan untuk keluarga kurang mampu dan edukasi kepada orang tua untuk keluarga yang mampu,” jelasnya.

“Dalam pendampingan, setiap kader PKK harus bisa mengedukasi keluarga anak stunting mengenai asupan nutrisi dan stimulasi. Pendampingan bisa dimonitor setiap hari lewat aplikasi e-dasawisma,” tambah Tine.

Dalam kesempatan itu, Tine mencontohkan beberapa stimulasi dan tips untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak usia dini. Mulai dari ibu yang selalu merespon interaksi anak, usap dan pijatan kepada anak, menyusui sambil mengusap dan ngobrol atau bernyanyi, penggunaan perlengkapan rumah tangga untuk permainan edukatif, hingga pembatasan penggunaan handphone pada anak usia dini agar anak aktif bergerak.

Dijelaskan, program dapur PKK masih tetap dilanjutkan dalam pendampingan anak stunting. Meski demikian asupan makanan bergizi dan bernutrisi saja tidak cukup. Diperlukan pula stimulasi untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak.

“Kader-kader harus melakukan kunjungan rumah, bagaimana proses stimulasinya diterapkan,” jelas Tine.

“Secara otodidak para ibu sudah melakukan stimulasi. Tetapi para ibu perlu ekstra pada anak stunting untuk mengejar ketertinggalan pada proses tumbuh kembang sebelumnya. Pertumbuhan otak ada aspek stimulasi, tidak hanya nutrisi,” tambahnya.

Masih menurut Tine, dalam pendampingan anak stunting, para kader PKK juga dibekali oleh berbagai edukasi dan tips yang ada di aplikasi e-dasawisma. Edukasi dan tips stimulasi pengasuhan yang disusun oleh para pakar dari Universitas Indonesia itu juga bisa diakses para ibu rumah tangga untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak-anaknya. 

Dalam kesempatan itu turut diserahkan, bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak stunting, gizi buruk, dan kurang gizi serta kepada ibu hamil.

Salah satu ibu hamil penerima makanan tambahan Wita (23 tahun) menyampaikan terima kasih atas program bantuan yang diberikan. Dirinya yang telah memasuki triwulan ketiga kehamilan merasa terbantu karena dirinya juga mempersiapkan diri untuk kelahiran anaknya.

Hal senada juga diungkap oleh Nong Ika (33 tahun) yang mengucapkan terima kasih atas bantuan pemberian makanan tambahan untuk anaknya Nur Fadilah (4 tahun). Diakuinya, selama ini anaknya agak susah untuk makan. (Ril)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *